blocknotinspire.blogspot.com berisi Kumpulan Business Ethics, Business Tips, Inspire Spirit, Leadership and Culture , Love and Life, Management HR, Motivasi Spirit, Smart Emotion, Success Story, Tips Keuangan, Tips Marketing dan Tips Sehat Semoga Bisa Menjadikan Anda lebih SUKSES dari hari kemarin.
Kunjungi Versi Mobile KLIK http://blocknotinspire.blogspot.com/?m=1 atau ( KLIK DISINI )

Belajar Ilmu Jalanan

Beberapa bulan sebelum saya menjadi coach, saya cari-cari mobil untuk saya gunakan sendiri. Maklum mobil lama saya agak boros dan kadang sedikit rewel. Saya putuskan untuk menjual mobil lama saya dan menggunakan uang hasil penjualan untuk uang muka mobil baru.

Karena goalnya adalah membeli mobil baru dengan bahan bakar yang irit. Saya memutuskan untuk melihat-lihat di pameran mobil yang ada di mal-mal. Awalnya saya tidak terlalu suka automatic transmission, aku sukanya manual saja.


Beranilah Mewujudkan Mimpi Anda

Kenyataan membayar rekening dan membina keluarga dapat membutakan mata orang. Tetapi apa yang akan terjadi jika anda dapat mewujudkan mimpi yang anda buang di tempat sampah, yang merupakan bakat yang tidak pernah dikembangkan – dan memberikan kepada diri anda suatu kehidupan yang anda cintai, daripada sekedar suatu kehidupan yang sudah berjalan selama ini?


Barbara Sher, seorang ahli psikoterapi dan konsultan karir dari New York City telah menolong ribuan orang untuk melakukan hal seperti itu. Minat Sher tertuju kepada apa yang disebutnya “perubahan kehidupan” yang dimulainya ketika, sebagai seorangg ahli terapi, ia menyadari bahwa banyak kliennya tidak membutuhkan terapi yang lama. Yang mereka butuhkan adalah suatu tujuan, arah, dan hasrat akan kehidupan – sesuatu yang akan membuat mereka bahagia pada waktu mereka bangun tidur di pagi hari.


Cuek terhadap Waktu-BOM Waktu

The bad news is time flies. The good news is you``re the pilot” (Michael Althsuler)

Sudah hampir satu setengah jam berlalu dari waktu yang dijanjikan, namun klien penting yang saya tunggu (dan saya pikir tengah mengharapkan kehadiran saya), belum juga ada tanda-tandanya akan datang. Handphone beliau off. Staffnya tak bisa memastikan apakah pimpinannya masih lama datang atau sebentar lagi. Memang ini bukan yang pertama kali terjadi, tapi tetap saja situasi begini bikin saya bengong. Ketika akhirnya bertemu, beliau muncul dengan sumringah. Tidak tampak, apalagi terucap, penyesalannya membuat saya menunggu hampir dua jam. Pun tidak tampak bekas-bekas adanya kondisi urgen yang membuatnya terlambat. Jelas, ini hal biasa untuknya.


Mengasihi serta Memberi

Anda dapat MEMBERI TANPA MENGASIHI, tetapi tidak mungkin MENGASIHI TANPA PERNAH MEMBERI (Christian A. Baseler).

Saat kita memberi sesuatu kepada orang lain, banyak alasan di balik tindakan tersebut. Mungkin kita memberi karena terpaksa¸ atau agar mendapat penghargaan dan dihargai orang lain, atau memberi tanpa maksud apa-apa, hanya otomatis (robot kali ya?). Ternyata memang banyak orang memberi sumbangan, memberi ilmu dengan alasan-alasan di atas, bukan memberi dengan hati, tetapi memberi dengan pikiran. Kita mau memberi bila hal itu menguntungkan diri sendiri; membuat kita mendapatkan sesuatu, mengangkat nama baik, atau menguntungkan kita.


Iwan Fals, Penyanyi


Bicara tentang sosok Iwan Fals, kita tidak akan bisa melupakan kaum marjinal di negeri ini. Sebab, berbagai judul lagu yang membesarkan nama Iwan Fals seolah tak lepas dari masalah kepedulian sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, dan berbagai protes sosial. Semisal lagu Oemar Bakri, yang menggambarkan pahit getir nasib guru, hingga lagu Bento yang merupakan sindiran bagi pejabat negeri.

Pria bernama asli Virgiawan Listanto ini memang dekat dengan kaum miskin kota, terutama pengamen jalanan. Sebab, meski terlahir dari keluarga berkecukupan, kepeduliannya justru membawa kelahiran Jakarta 3 September 1961 ini banyak bergaul dengan pemusik jalanan. Sejak kecil, ia memang terkenal sudah berjiwa sosial tinggi. Tak jarang, ia memberikan pakaian dan sepatu baru yang mahal kepada teman yang benar-benar membutuhkan.


Ketika Figur "Hero" Pergi

Dalam setiap perusahaan, ada sosok-sosok yang telah menjadi semacam "legenda". Keberadaan mereka demikian ikonik sehingga sulit dibayangkan aktivitas perusahaan masih bisa berjalan dengan baik tanpa mereka. Umumnya, mereka ini sudah senior secara umur sehingga mau tidak mau pada saatnya mereka akan pergi meninggalkan perusahaan.

Terlepas dari soal masa pensiun yang akan dialami oleh siapa pun, setiap perusahaan pasti mengalami saat ketika harus menghadapi pengunduran diri atau kepergian figur-figur senior yang merupakan tumpuan bisnis. Sebab dan alasannya bisa macam-macam, yang jelas perusahaan harus siap dengan langkah antisipasi.


Ubah Dulu Yang Di Dalam

Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan untuk memasang sebuah lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah. Lukisan itu telah dipesannya melalui seorang seniman pelukis wajah yang terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di rumah dan hendak di pasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan meminta si pelukis merevisiya sesuai dengan gambar yang dibayangkan. Apa daya, setelah diperbaiki hingga ke tiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!


Apa Yang Dimiliki Semua Orang Yang Sukses

Apa ada semacam “kepribadian sukses” – suatu kombinasi menarik antara ciri-ciri yang melahirkan hampir semua prestasi yang tidak dapat dielakan? Jika memang benar demikian, apa persisnya rahasia rumus sukses itu, dan apakah semua orang dapat memupuknya?
Baru-baru ini, dalam Organisasi Gallup kami memusatkan perhatian secara serius pada sukses, dengan menggali sikap-sikap serta ciri-ciri dari 1.500 orang terkemuka yang dipilih secara acak dari buku Who’s Who in America. Kriteria utama dicantumkannya seseorang dalam Who’s Who in America bukanlah kekayaan atau kedudukan sosial, melainkan prestasi mutakhir dalam suatu bidang tertentu.


As-Bun

Terkadang kita dibuat bingung, mendengar komentar-komentar para pejabat, wakil rakyat atau para public figure di media. Apa yang disampaikan kemarin, bisa beda dengan yang diungkapkan hari ini. Saat pernyataan dikonfirmasi atau dikonfrontasi lebih lanjut pada kesempatan lain, ada individu yang berkelit, kemudian merasa tidak pernah mengatakan hal dimaksud. Tak jarang, kita pun bengong dengan “adegan” perang mulut, saling bantah atau bahkan juga ungkapan “no comment” dari pejabat berkepentingan yang penjelasannya ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Ketika seorang pejabat baru-baru ini menyatakan kecewa bahwa para wakil rakyat tidak menanggapi pertanyaan yang diajukan secara serius, kita pun bertanya-tanya, bisakah seorang yang memangku jabatan penting sekedar “asal ngomong” saja? Bukankah sangat berbahaya jika kita punya pikiran bahwa orang yang bertanggung jawab terhadap urusan-urusan “besar” di negeri ini tidak bisa dipegang kata-katanya? Bagaimana dengan kita sendiri, yang situasinya jauh lebih “mikro” daripada lingkup tanggung jawab para pejabat negara?


Gangguan Perilaku Bikin Remaja Ingin Bunuh Diri

Anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda gangguan perilaku lebih cenderung ingin bunuh diri atau melukai diri sendiri. Keinginan itu dapat berupa pikiran ingin bunuh diri atau rencana melakukan tindakan bunuh diri.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Adolescent Health ini meneliti 387 orang remaja berusia 10-13 tahun yang direkrut dari sekolah umum di Philadelphia.

Murid-murid itu diminta menyelesaikan kuesioner yang mencakup dua pertanyaan mengenai pemikiran tentang atau mencoba membunuh atau melukai diri sendiri.
Sebanyak 23 anak laki-laki (5,9 persen) menjawab positif pada setidaknya salah satu pertanyaan.


Penyakit yang Mengantar Kematian Pemimpin Korut Kim Jong-il

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il meninggal dunia pada hari Sabtu (17/12/2011). Menurut kabar, Kim Jong-il meninggal dunia akibat serangan jantung saat berada dalam perjalanan kereta. Namun berdasarkan riwayat kesehatan, ada 3 masalah kesehatan yang mengantar kematian pemegang kendali nuklir ini.

Sebagai pemimpin negeri yang super tertutup, spekulasi atas kesehatan yang buruk dari pria yang lahir 16 Februari 1942 ini menyebabkan berkembangnya kekhawatiran untuk masa depan negara yang diisolasi barat tersebut. Dokter mengatakan ada 3 masalah kesehatan yang diderita Kim.


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More