blocknotinspire.blogspot.com berisi Kumpulan Business Ethics, Business Tips, Inspire Spirit, Leadership and Culture , Love and Life, Management HR, Motivasi Spirit, Smart Emotion, Success Story, Tips Keuangan, Tips Marketing dan Tips Sehat Semoga Bisa Menjadikan Anda lebih SUKSES dari hari kemarin.
Kunjungi Versi Mobile KLIK http://blocknotinspire.blogspot.com/?m=1 atau ( KLIK DISINI )

Bolehkah Menangis di Tempat Kerja


Ada saatnya ketika sedang di kantor, atasan memarahi kita, atau kita dipersalahkan untuk hal-hal yang tidak kita lakukan. Dalam situasi tersebut, kita seperti kehilangan kendali. Sebagian besar memilih untuk memendam perasaan tersebut dan tidak sedikit yang mengekspresikannya di tempat kerja, seperti dengan curhat ke kolega atau bahkan menangis di kantor.
Sebuah studi yang dilakukan untuk cloud thinking membuktikan bahwa emosi yang terpendam  berdampak negatif bagi kinerja karyawan. Dampak buruk tersebut antara lain adanya persaan tidak bahagia bagi karyawan dan penurunan performa kerja. Oleh karena itu, banyak pakar menyarankan agar karyawan hendaknya selalu selaras dengan apa yang memicu emosi mereka, sehingga emosi tersebut dapat dikelola dengan baik.
Yang menjadi masalah adalah bahwa kemarahan seseorang akan mempengaruhi seseorang seperti virus, dan sering disebut “emotional contagion”. Begitulah yang dikemukakan oleh Sigal Barsade, professor management Universitas Pensilvania, yang melakukan research tentang peranan emosi di organisasi. Oleh karena itu, sebelum kita mengekspresikan kemarahan kita, ulasan yang dilansir dari linkedIn.com ini bisa dipraktikan agar emosi tersebut tidak menyusahkan diri sendiri.
Jangan lampiaskan emosimu di tempat kerja. Untuk sejenak mungkin kita bisa mencoba memaafkan kesalahan diri sendiri dan pulang ke rumah. Setelahnya, kita bisa menetralisir kemarahan kita dengan  keluarga, teman dekat, psikolog,atau career coach baik secara langsung maupun media sosial. Cara lainnya adalah dengan menuliskan ulang insiden tersebut dari pandangan orang yang marah terhadap kita. Dengan demikian, kita akan lebih mudah merekonstruksi melakukan analisis dan mencari penyelesaian terbaik.
Mengenai pelampiasan emosi di tempat kerja ini, pada akhirnya adalah kembali lagi ke budaya perusahaan. Apakah kemarahan itu sesuai dan wajar diekspresikan di tempat kerja atau sebaliknya. Perusahaan Amerika umumnya memeliki budaya yang lebih terbuka dalam memaparkan emosi mereka. Sedangkan perusahaan di negara timur seperti Indonesia, keterbukaan dalam penyampaian emosi ini belum membudaya.

Sumber : portalhr.com


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More