Suatu pagi tidak jauh dari sebuah pasar, tampak seorang pemuda sedang tidur bermalas-malasan. Walau pasar dipenuhi oleh para penjual dan pembeli yang berlalu-lalang, namun si pemuda tampak tenang-tenang saja dengan kemalasannya. Kebetulan lewatlah seorang pedagang yang baru saja berhasil menjual dagangannya. Si pedagang tampak keheranan melihat tingkah pemuda tadi. Ia menghampiri dan bertanya, “Anak muda, pagi begitu indah. Semua orang sibuk bekerja, tapi mengapa engkau hanya tidur-tiduran disini?”
Sambil memicingkan sebelah mata, si pemuda menjawab dengan suara malas, “Aku sedang menunggu kesempatan.”
Mendengar jawaban seperti itu, si pedagang tampak keheranan. “Apakah kau tahu seperti apa bentuk kesempatan yang kamu tunggu itu?”
Pemuda itu menggelengkan kepala. “Kata orang, aku harus menunggu kesempatan datang, baru kemudian nasibku bisa berubah baik. Lalu aku bisa kaya, bisa sukses, bisa memiliki apa saja yang aku mau. Karena itulah aku dengan sabar menunggu kesempatan datang kesini,” jelas si pemuda ogah-ogahan.