blocknotinspire.blogspot.com berisi Kumpulan Business Ethics, Business Tips, Inspire Spirit, Leadership and Culture , Love and Life, Management HR, Motivasi Spirit, Smart Emotion, Success Story, Tips Keuangan, Tips Marketing dan Tips Sehat Semoga Bisa Menjadikan Anda lebih SUKSES dari hari kemarin.
Kunjungi Versi Mobile KLIK http://blocknotinspire.blogspot.com/?m=1 atau ( KLIK DISINI )

Kesetiaan

Kini KESETIAAN sudah menjadi barang langka dan mahal. Orang yang setia dapat dipercaya dan diandalkan. Carilah kesetiaan sehingga boleh menjadi harta yang anda miliki !

Bila kita lihat di sekeliling kita saat ini banyak terjadi berbagai hal yang melanggar kesetiaan. Banyak perselingkuhan keluarga terjadi di kalangan para selebritis, tetapi pasti lebih banyak juga di masyarakat umum. Ternyata sekarang bukan hanya kaum pria yang meninggalkan kesetiaan, tetapi kaum perempuan pun banyak yang telah kehilangan kesetiaan.


Jaminan Konsistensi

Tetaplah beri yang terbaik, karena hal ini akan menjadikanmu yang terdepan.
Tetaplah jujur dan setia, karena hal ini menjamin masa depanmu.

Untuk mewujudkan keberhasilan, dibutuhkan suatu konsistensi penerapan nilai dan pelaksanaannya. Beberapa nilai yang perlu tetap dipertahankan adalah kejujuran, kesetiaan, dan upaya untuk menjadi yang terbaik.

Bila kita selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, maka hal ini menunjukkan bahwa kita melaksanakan tugas dengan sepenuh hati, bukan asal-asalan. Pelanggan percaya bahwa mereka mendapatkan yang terbaik dari hasil yang dipesan atau dibelinya dari kita. Dengan menjadi ‘the best’ maka kita pasti menjadi nomor satu dan menjadi yang terdepan, karena orang hanya mengingat juara satu, bukan juara dua atau tiga.


Creative Unconsciousness

Ada sebuah kisah motivasional yang ingin saya ceritakan kepada Anda. Kisah ini pertama kali diceritakan Russel Conwell, dan kisah ini sudah diceritakan olehnya lebih dari 6000 kali semasa hidupnya. Dengan uang yang diperoleh dari kisahnya ini, Russel bahkan membangun Temple University yang hingga sekarang masih berdiri dengan megahnya.

Dalam kisah ini diceritakan tentang seorang petani miskin di Afrika bernama Ali Hafed. Meskipun miskin, kehidupan Ali Hafed sangat bahagia. Dan, pada suatu hari, Ali kedatang seorang tamu, seorang pemuka agama yang bercerita tentang keindahan batu permata. Si pemuka agama ini berkata, “Anakku, kalau kamu memiliki permata sebesar ibu jarimu, kamu akan memiliki seisi kota ini. Dan kalau kamu memiliki permata sebesar kepalan tanganmu, maka seluruh negeri ini akan menjadi milikmu”. Setelah pemuka agama itu pergi, Ali Hafed begitu terkesan. Bahkan, berhari-hari ia tidak bisa tidak membayangkan adanya pertama seperti itu. Sejak itulah Ali Hafed mulai merasa ada yang kurang pada hidupnya. Ia membayangkan betapa menyenangkannya jika hidupnya bisa memiliki pertama seperti itu. Bagaimana tidak? Selama ini, hidupnya begitu miskin.


Peduli dan Peka

http://i920.photobucket.com/albums/ad46/aurabisnis/blocknotinspire/PedulidanPeka.jpgMengasihi itu adalah peduli dan peka terhadap derita siapa pun, peduli berarti berbuat sesuatu tanpa berpikir untung ruginya (JW Marriot Jr.).

Banyak orang yang mengatakan bahwa “Saya mengasihi orang lain”. Bila orang itu mengasihi berarti ia juga harus memiliki rasa peduli dan kepekaan terhadap penderitaan orang lain. Bila tidak, berarti ia bukan mengasihi tetapi mengasihani saja.

Mengasihani cukup dengan perasaan saja, sedangkan mengasihi itu merupakan suatu kata kerja, sehingga harus ditindaklanjuti dengan suatu tindakan (action) dan tidak cukup bila hanya dirasakan saja. Saat kita mengasihi, maka kita melakukannya dengan sepenuh hati, artinya kita sudah tidak berpikir untung atau rugi lagi; yang terutama adalah saya membantu atau menolong orang itu.


Ali Ma'un, Bocah 13 tahun Menantang Hidup

Setiap hari sepulang sekolah pukul 13.3 0 WIB, Ali Ma'un (13 tahun), bocah asal Dusun Becok, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, tak pernah punya cukup waktu untuk bermain. Selepas mengganti baju seragam, kalau ada sisa makanan, dia langsung makan siang. Jika tak ada sisa makanan, dia langsung memanggul linggis dan ganco (cangkul kecil) di pundak kirinya.

Tangan kanannya menjinjing karung berisi peralatan seperti tatah, gergaji, dan peralatan besi lainya. Dengan kaki telanjang disertai beban seberat 12,5 kg, Ma'un menyusuri perbukitan gersang sejauh 5 km dari tempat tinggalnya menuju Dusun Karangrejo, lokasi bukit kapur milik PT Perhutani Tuban.


Rantai Gajah

Suatu ketika ada sang pawang gajah bercerita tentang bagaimana ia bisa membuat gajah bisa tunduk patuh dan tidak takut sang gajah akan melarikan diri. Padahal tali yang dipakaikan ke gajah hanyalah seutas tali ijuk.

Ia mengkisahkan bahwa sejak kecil gajah-gajah diikat kakinya dengan rantai baja yang sangat kuat. Rantai itu pun dikaitkan pada sebuag tonggak baja yang besar dan kuat tertanam.

Oleh karenanya, sang gajah kecil hanya bisa berjalan sepanjang rantai terbentang. Jikapun ia ingin melarikan diri, rantainya akan menahannya.

Sekuat apapun gajah kecil itu mencoba, tentu akan sangat sia-sia usahanya lepas dari cengkraman rantai baja yang memang sangat kuat. Atau mungkin karena kekuatan sang gajah kecil yang masih lemah untuk lepas dari rantai itu.


Beruntung Atau Malang

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang puteranya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu-satunya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan. Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: “Wahai Pak Tani, sungguh malang nasibmu!”.

Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …” Keesokan harinya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang-orang dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni “koleksi” kuda-kuda yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang-pedagang kuda segera menawar kuda-kuda tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.


Seks Bisa Atasi 5 Masalah Kesehatan Ini

Bercinta tidak hanya sekedar memberikan kepuasan atas kebutuhan biologis saja. Menurut beberapa pakar kesehatan, seks teratur merupakan kunci untuk dapatkan fisik maupun psikis yang sehat.

Seperti yang dikutip dari intimatemedicine, terdapat banyak bukti ilmiah yang menerangkan bahwa seks memiliki efek penyembuhan, terutama dengan kondisi psikosomatik. Simak lima masalah kesehatan lain yang dapat diatasi oleh bercinta.


4 Sebab Wanita Sulit Lupakan Mantan Kekasih

Setelah putus, wanita biasanya lebih sulit menghilangkan bayang-bayang mantan dari pikiran meraka. Mereka masih memikirkan apa yang salah dalam hubungan terdahulu, bahkan tak jarang menyalahkan diri sendiri.

Umumnya sulit bagi wanita untuk cepat mencari pengganti mantan kekasih. Kenapa demikian? Berikut ini empat sebab yang membuat wanita masih suka memikirkan mantan kekasih, seperti dikutip dari She Knows.


Pria Tak Sehat Jika Jalannya Lambat

Jika mendapati pria selalu berjalan dengan tergesa-gesa, jangan langsung menuduhnya tidak sabaran. Jalan cepat menandakan bahwa pria tersebut sangat sehat dan pastinya lebih aman dari berbagai risiko penyakit.

Sejumlah penelitian menunjukkan, kecepatan berjalan kaki sangat erat hubungannya dengan kesehatan seseorang khususnya pria. Makin cepat ia berjalan, makin bugar kondisi jantung dan paru-parunya sehingga risiko untuk mengalami gangguan kesehatan lebih rendah.

Beberapa manfaat dari berjalan lebih cepat antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MensHealth.com.


Ayahku

Alkisah suatu ketika, ada seorang anak yang menangis menemui guru kesayangannya. Sang anak rela berjalan jauh mendatangi rumah gurunya tersebut. Anak itu berumur sekitar 12 tahun. Namanya Ade.

“Pak Guru, aku benci pada Ayahku!... Benci sekali!” teriaknya sambil mendekati gurunya.

“Tenang dulu Ade... tenang...” sang guru mencoba menenangkan Ade, anak yang menangis tersedu-sedu, sambil memeluk dirinya.

“Kenapa Ade membenci Ayah? Coba katakan dengan tenang.”

”Pak Guru, Ayah sering membentakku... Ayah sering menjewerku! Baru saja, saya dimarahin... Pokoknya aku benci dia!” jawab Ade sambil menangis.


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More