blocknotinspire.blogspot.com berisi Kumpulan Business Ethics, Business Tips, Inspire Spirit, Leadership and Culture , Love and Life, Management HR, Motivasi Spirit, Smart Emotion, Success Story, Tips Keuangan, Tips Marketing dan Tips Sehat Semoga Bisa Menjadikan Anda lebih SUKSES dari hari kemarin.
Kunjungi Versi Mobile KLIK http://blocknotinspire.blogspot.com/?m=1 atau ( KLIK DISINI )

Tiga Jurus Agar Pemasaran Tetap Dahsyat di Tengah Persaingan

Tentunya Anda juga telah mengetahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan bidang telekomunikasi yang luar biasa pesat. Hal itu pada akhirnya juga memicu terjadinya persaingan bisnis telekomunikasi yang semakin ketat.

Hampir setiap hari kita bisa melihat berbagai iklan mengenai penawaran dari para pemain bisnis telekomunikasi, baik dalam bentuk billboard yang biasa hingga dalam ukuran yang sangat besar, baik di koran lokal ataupun nasional, radio,TV dan sebagainya. Sangat beragam penawaran yang diberikan oleh masing-masing penyedia jasa telekomunikasi tersebut.

Di sini akan saya tampilkan beberapa headline atau bentuk penawaran yang mereka berikan atau tawarkan kepada konsumen dan calon konsumen. Sebagai tes kecil, di antara berbagai bentuk penawaran atau headline berikut ini, kira-kira mana yang Anda pilih atau sukai?

Mengapa? "Gratis Nelpon Lokal & SLJJ 24 jam", "Rp0,01 per detik lebih dari 110 juta pelanggan di Indonesia",  "Nelpon Rp20/menit + Gratis 5.000 SMS",  "Gratis 1 menit pertama", "Pulsa 500.000...bayar tetap Rp5.000", "Cuma Rp0 freetalk 5.000 ngobrol sepuasnya", "Gratis 1.000 menit untuk panggilan-panggilan berikutnya", "Gratis 10.000 SMS ke semua operator", "Gratis 24 Jam nelpon pendek berkali-kali ke semua operator", "Ayoo ... pilih paket kesukaanmu: 1.000 SMS per hari ke semua operator, Rp49 per menit ke telepon rumah", "Gratis SMS 1 tahun ke semua operator". Bagaimana menurut Anda penawaran-penawaran tersebut?

Menarik? Menguntungkan bagi Anda? Atau Anda sempat merasa bingung? Atau adakah dari Anda pernah mengambil salah satu dari berbagai penawaran tersebut, kemudian merasa kecewa? Berbagai penawaran menarik salah satunya diberikan produsen untuk memanjakan para konsumen atau calon konsumen. Namun, ternyata tidak sedikit penawaran yang akhirnya justru menjadi bumerang, karena pada saat pertama penawarannya begitu menarik, namun ternyata setelah digunakan tidak sesuai dengan harapan konsumen pengguna.

Maka mereka bisa dengan mudah beralih ke yang lainnya. Terkadang persaingan yang sangat ketat sudah tidak bisa dihindari lagi. Saya bahkan cukup sering mendengar para pebisnis yang akhirnya menyerah karena merasa tidak mampu bersaing lagi dan ada yang mengatakan, ”Lebih baik saya menghentikan bisnis atau perusahaan saya daripada harus mengikuti persaingan yang ada karena keuntungan semakin tipis dan pengeluaran semakin besar”.

Tapi, tidak sedikit pula beberapa pemilik perusahaan yang justru merasa ”bergairah” merasa lebih tertantang dengan adanya persaingan yang jauh lebih ketat. Setidaknya ada tiga jurus jitu agar pemasaran kita tetap dahsyat di tengah persaingan yang semakin ketat di antaranya:

1. Mengelola data konsumen Anda dengan baik,efisien, dan optimal. Karena jika kita tidak mampu mengelola data konsumen kita dengan baik, maka bisa jadi kita akan mengalami kesulitan dalam pengenalan produk baru atau pemberian info yang menarik.

Seperti kita ketahui, bahwa sangat penting bagi kita untuk senantiasa memberikan update informasi ataupun penawaran terbaru bagi existing customer, bagi pelanggan tetap kita.Karena tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk memberikan penawaran produk/jasa baru kita kepada konsumen yang telah membeli produk/jasa dari kita sebelumnya

2. Melakukan pendekatan yang lebih bersifat individu. Banyak perusahaan telekomunikasi, kendaraan bermotor dan sebagainya mampu mendapatkan lebih banyak konsumen antara lain karena secara rutin dan terukur mengadakan berbagai kegiatan yang bersifat individu. Sebagai contohnya , memberikan apresiasi berupa hadiah tiket untuk menonton acara/show favorite konsumen. Ini penting diperhatikan karena banyak perusahaan yang memberikan hadiah yang terkadang tidak disukai oleh konsumennya.

Misalnya pentas musik mungkin itu masih bersifat umum. Namun, jika perusahaan mampu memberikan tiket gratis nonton pentas musik dari artis favorit pilihan konsumen, maka tentunya hadiah tersebut akan lebih berkesan.

3. Membuat penawaran yang bukan membingungkan, tapi benar-benar menguntung-kan. Seperti yang kita lihat di atas, banyak terdapat pilihan dan kelihatannya semua penawaran tersebut sangat menarik bukan?

Memang, tidak sedikit iklan yang kita lihat terkadang terkesan memberikan penawaran yang sangat menarik. Namun,ternyata banyak syarat dan ketentuannya, serta cara pendaftaran atau pengaktifannya yang cukup sulit. Maka, supaya kita bisa benar- benar tetap meraih pemasaran yang dahsyat di tengah persaingan yang semakin ketat kita harus mampu memberikan sesuatu yang benar-benar menguntungkan konsumen dan tentunya memberikan kemudahan bagi mereka serta tidak terlalu berbeda dengan penawaran yang telah kita berikan.

Mungkin Anda pernah melihat juga, satu orang mempunyai tiga atau lima bahkan lebih dari lima SIM card dari berbagai penyedia jasa telekomunikasi karena awalnya mereka merasa tertarik dengan penawaran yang diiklankan namun dalam perjalanan waktu ternyata mereka merasa ”dipersulit”, dikecewakan, tidak sesuai dengan yang diiklankan atau terlalu banyak syarat dan ketentuannya maka mereka akhirnya mengganti dengan nomor perdana lainnya yang memberikan penawaran yang benar-benar menguntungkan, mudah, dan bukannya membingungkan.

Dalam bisnis apa pun,harus kita perhatikan faktor ini, buatlah penawaran yang sangat menarik namun benar-benar menguntungkanbagikonsumen sekaligus mampu memberikan kemudahan bagi konsumen. Jika kita konsisten, antara lain melakukan hal-hal tersebut, maka konsumen tentunya akan lebih setia dan pemasaran kita pun juga bisa bertahan lebih baik di tengah persaingan yang semakin ketat sekalipun.

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and Ideas in Business 2005
Sumber : okezone.com 


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More